Yuki kimiko adalah gadis berusia 17 tahun
sebagai pelajar di Akademi Muroran. Gadis ini akan tampak seperti gadis pendiam
bagi yang belum mengenalnya, tapi jika sudah mengenalnya, dia gadis yang amat
baik hati. Dia gadis yang periang jika dia berada di dekat orang-orang yang dia
kenal. Namun dia tidak memiliki sahabat
dekat. Dia lebih suka bersikap netral pada semua teman-temannya. Yuki tinggal
sendiri, ketika dia berusia 14 tahun dia kehilangan ingatannya dan sejak saat
itu dia hidup sendiri. Setelah kegiatan belajar, dia bekerja di kedai makan
milik tetangganya. Hobinya yang memasak, menjadikannya koki di kedai makan
tersebut. Meskipun dia sudah mendapat beasiswa untuk sekolahnya, namun dia
tetap harus mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, banyak yang tidak mengetahui dibalik
kecerdasan dan kelincahannya dalam memasak, dia memiliki suara yang sangat
indah dan dia lihai dalam bidang musik. Dia tidak pernah menampilkan
keahliannya di bidang seni, karena dia selalu gugup jika menyanyi di hadapan
orang.
Setiap hari, kehidupan yuki berjalan seperti
biasanya. Namun kemudian hidupnya berubah berawal ketika ada seorang laki-laki
bertubuh tinggi dengan tangan kanan yang dibalut kain berwarna merah yang
membeli makanan di kedai tempat yuki bekerja. Saat yuki mengantarkan makanan
yang dipesan oleh laki-laki tersebut,
“maaf sudah menunggu lama.”, ucap yuki.
Tiba-tiba, laki-laki tersebut memegang tangan
yuki dan berkata, “kamu.....”,sambil menatap yuki tajam. “oh...maaf.”lanjutnya.
Melihat hal itu, yuki kebingungan dan berlalu
dengan segera.
Setelah kejadian saat itu, laki-laki tersebut
setiap hari selalu datang ke kedai tempat yuki bekerja dan terus memandangi
yuki . melihat sikap laki-laki tersebut, yuki merasa risih dan akhirnya
memberanikan diri bertanya pada laki-laki tersebut, “maaf, bolehkah saya
bertanya pada anda?”
Laki-laki tersebut kaget lalu menjawab dengan
nada dingin,”iya boleh.”
“terima kasih, ehm...bolehkah saya tahu kenapa
anda selalu mengawasi saya ketika saya bekerja?”,tanya yuki
“oh..apa itu mengganggumu?”tanya laki-laki
itu.
“iya”, jawab yuki samar
“kau seperti orang yang aku kenal, tapi aku
tidak yakin.”jawab laki-laki tersebut
“apakah wajahku mengingatkanmu pada
seseorang?”tanya yuki penasaran
“hem” jawabnya sambil mengangguk, lalu
berkata, “namaku takiya dante, aku seorang pemburu iblis.”
Mendengar hal itu yuki kaget dan sedikit
menghindar, lalu takiya berkata,”kau tak perlu takut, aku hanya membunuh iblis
bukan manusia. Nama mu yuki kimiko kan? Q tahu namamu dari pemilik kedai ini”.
Yuki menjawab,”iya benar. Itu namaku.”,
tiba-tiba dari dalam kedai keluar seorang gadis kecil berusia 11 tahun
memanggil yuki, “kak yuki..!”
Gadis kecil itu bernama ayame fujita, dia
adalah anak dari pemilik kedai dimana yuki bekerja. Ayame gadis kecil yang
sangat periang, hobinya adalah olahraga yang berhubungan dengan air dan
beladiri.
“kak yuki....!”teriak ayame memanggil yuki
dengan menangis.
“ada apa ayame? Kenapa kamu menangis?”, tanya
yuki kebingungan
“ibu kak...ibu....?”isak ayame
“ada apa dengan bibi hiroshi?”tanya yuki
“ibu diserang iblis kak, ayo kak !” jawab
ayame sambil menarik baju yuki
Mendengar hal itu, takiya langsung berlari
ketempat ibu ayame diserang iblis. Ketika sampai ditempat kejadian, ibu ayame
sudah mati. Melihat hal itu ayame menangis histeris dan yuki berusaha
menenangkan ayame. Takiya merasa geram karena tak bisa menangkap iblis tersebut
padahal dia adalah seorang pemburu iblis. Lalu dia berkata pada ayame, “kamu
jangan bersedih, aku akan mencari dan membunuh iblis yang yang telah membunuh
ibumu. Aku berjanji.”
Sejak saat itu, ayame tinggal bersama yuki.
Kedai milik ibu yuki telah ditutup karena jika kedai tetap dibuka, hal itu
membuat ayame semakin sedih. Sedangkan pencarian iblis masih terus dilakukan
oleh takiya dengan bermodalkan
ciri-ciri yang diterangkan ayame pada takiya . Takiya meminta bantuan temannya seorang
pengacara yang bernama Jiro Morio. Jiro adalah pengacara yang memiliki
kemampuan untuk mendeteksi keberadaan iblis, kemampuannya tersebut hanya
diketahui oleh takiya, karena dulu takiya pernah mengetahui bahwa jiro pernah
diserang oleh iblis. Dalam kesehariannya
jiro adalah seorang pengacara yang banyak memenangkan kasus yang dia tangani.
Setelah beberapa waktu
berlalu, takiya mulai menyadari sesuatu bahwa cirri-ciri tersebut mirip dengan
jiro. Namun, dia belum yakin dengan firasatnya dan akhirnya dia datang menemui
yuki untuk membahas hal tersebut. Ketika bertemu yuki, takiya memberikan yuki 2
buah manic yang bertuliskan not nada yang dia temukan di tempat kejadian
penyerangan. Takiya yakin yuki bisa membantu takiya memecahkan masalah
tersebut, karena takiya pernah melihat yuki memainkan alat music. Saat
mengamati manic tersebut, yuki berfikir keras dan akhirnya berkata,” takiya,
not nada ini menunjukkan bentuk yang berarti putra, dalam bahasa kita berarti
jiro”. Mendengar penjelasan dari yuki, takiya kaget ternyata firasat dia benar.
Di balik pintu ada ayame yang mendengarkan pembicaraan yuki dan takiya, dan
ketika ayame mendengar kata jiro yang disebut dia langsung berlari kea rah
takiya.
“apa maksudmu dengan
jiro?”, Tanya ayame.
“jiro adalah iblis
yang membunuh ibumu.”jawab takiya
“tidak…tidak mungkin,
jiro adalah pengacara yang memenangkan kasus tentang pembunuhan ayahku” jawab
ayame sambil memukul wajah takiya hingga takiya tersungkur.
Perdebatan tersebut
berhenti ketika jiro datang. Dan jiro telah mengetahui apa yang dibicarakan
oleh yuki, takiya dan ayame. Mendengar hal itu, jiro menyadari bahwa ada manic
yang hilang dari gelang yang dia benahi. Namun, dia tidak merasa kalau dia
sebagai pembunuh ibu ayame. Hal itu membuat jiro kehilangan kendali dan
tiba-tiba menyerang takiya tepat di jantungnya. Melihat itu, ayame dan yuki
terkejut. Setelah membunuh takiya, jiro pun tersadar dari bentuk iblisnya. Dan
menyesali apa yang telah dia lakukan. Yuki menjelaskan pada jiro bahwa takiya
tidak bermaksud untuk menangkap jiro, hanya ingin membantu jiro untuk
mengendalikan bentuk iblisnya. Mendengar
penjelasan tersebut jiro menyalahkan dirinya sendiri dan akhirnya jiro menusuk
jantungnya dengan menggunakan tangan kanan takiya yang merupakan tangan iblis
yang bisa membunuh iblis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar